Ayo Berwisata ke Ogan Ilir  *Oleh : Iklim Cahya (Pemerhati dan Pencinta OI)

Jembatan Tanjung Pesona yang merupakan Icon Kabupaten Ogan Ilir dibangun di era Bupati Mawardi Yahya (BI IST)

Begawan Indonesia.com – OGAN  Ilir (OI) yang juga dikenal dengan sebutan Bumi Caram Seguguk dan  Kabupaten SANTRI, memiliki potensi wisata yang tak kalah menarik. Hanya saja kita harus merubah mindset kita bahwa objek wisata  jangan selalu kita identikan dengan pantai, gunung, dan air terjun.

Bupati Panca meninjau objek wisata Danau Teluk Seruo dan mengatakan akan ada perubahan menuju perbaikan agar masyarakat makin ramai berkunjung (BI/IST)

Sebagai kabupaten yang dekat dengan Kota Palembang, ibu kota Provinsi Sumatera Selatan ( Sumsel), dan mudah dijangkau dari manapun, OI harus mampu memanfaatkan kondisi tersebut secara maksimal, termasuk di bidang pariwisata. Setidaknya bila ada orang yang datang ke Palembang,  Ogan Komering Ilir, Prabumulih  dan sekitarnya, maka setidaknya satu hari/satu malam mereka berada di Ogan Ilir.

Komplek Perkantoran Pemkab Ogan Ilir yang Asri dan tertata rapi (BI IST)

Karena itu OI harus bersiap dan membenahi potensi pariwisata yang ada tersebut termasuk “memberdayakan” sejumlah orang yang ada kaitan dengan OI untuk membantu seperti Helmy Yahya dan Tantowi Yahya, Aufa Sarkomi, keluarga pelukis Amri Yahya, Ryamizard Ryacudu dan lain-lain yang punya akses di bidang tersebut.

Nah apa saja potensi wisata yg bisa ” dijual” utk wisman/turis bila berkunjung ke OI. Inilah beberapa objek wisata tersebut, tapi dengan catatan harus dilakukan pembenahan  lebih lanjut.

Paket Wisata (1)

Bila Anda ke OI, datanglah pagi-pagi dengan pakaian olahraga. Anda langsung ke KM 32 Kelurahan Simpang Timbangan, Indralaya. Disini Anda ikut senam sehat di TAMAN PANCASILA. Disini juga Anda boleh dan bisa berselfi-ria (berfoto) dgn latar belakang view yg ada, seperti Patung Bung Karno (BK), dan merek Taman Pancasila. 

Usai senam Anda bisa menikmati kudapan dengan MENU LOKAL yang banyak dijual di seputaran taman tersebut.

Baca juga : Danau ‘Kupu-Kupu’ Teluk Seruo, Keindahan Tersembunyi di Komplek Perkantoran Tanjung Senai Ogan Ilir

Dari sini Anda selanjutnya bisa jalan kaki atau lebih bagus naik kendaraan berkeliling KAMPUS UNSRI, jangan lupa juga berfoto di view yang ada merek Unsri sebagai kenangan bahwa Anda pernah ke kampus terluas di Indonesia tersebut

Penulis Iklim Cahya saat berada di Taman Pancasila Timbangan Ogan Ilir (BI IST)
Anak-anak bermain air di Objek wisata kampung warna warni Desa Burai Ogan Ilir (BI Joen)

Lalu selanjutnya Anda menuju ke kawasan PESONA TANJUNG SENAI. Disini anda akan menyaksikan JEMBATAN PESONA yang cukup indah, suasana lebak yang masih perawan, dan biasanya tempat kerbau, sapi, dan burung Kuntul beraktifitas.

Kemudian Anda silahkan masuk ke area PERKANTORAN TERPADU  PEMKAB OI yg cukup luas dan indah. Disini nantinya akan di bangun fasilitas olahraga serta sentra UMKM made in lokal OI. Bila waktu sholat tiba, bagi moslem bisa sholat di mesjid yg cukup megah dekat gerbang utama.

Baca juga : Danau Shuji, Keindahan Tersembunyi di Balik Rerimbunan Kebun Karet Desa Lembak Muara Enim

Kemudian Anda juga bisa menuju ke area sebelahnya DANAU TELUK SERUO. Destinasi ini seyogyanya yang harus dibangun full fasilitas, yakni Rumah Makan Terapung, Perahu / Bebek wisata, tempat santai, kios cinderamata, dan kolam pancing. (In syaa Allah nex time dibangun  fasilitas fasilitas tersebut).

Jelang waktu Ashar, Anda bisa bergeser ke Kampus Pondok Pesantren (Ponpes) Raudhatul Ulum di Desa Sakatiga. Sholat Ashar disini, dan mengikuti Kultum sore. Setelah itu Anda bisa menikmati objek wisata Danau Teluk Putih di area belakang pondok, sekaligus juga menikmati kulinernya.

Bupati Ogan Ilir Panca Wijaya Akbar memberikan perhatian kepada pengembangan budaya dan wisata di Ogan Ilir (BI IST)

Untuk makan  di kota Indralaya, Anda banyak pilihan seperti di RM PAS, RM Zam-Zam, RM Mantap, RM Pindang MOK,  Bekarang Resto, atau di Restoran Minang seperti RM Sederhana, RM Pagi Sore, RM Lautan Emas dan lainnya baik rumah makan besar maupun kecil yang semuanya sesuai selera dan kocek Anda.

PAKET III 

Menyusuri Sungai Ogan, SuPi dan Penangkaran Buaya

INI potensi alami tapi belum termanfaatkan, yakni berwisata naik perahu motor menyusuri Sungai Ogan. Saya beberapa kali menulis ini, tapi kelihatannya belum ada respon dari siapapun.

Teknisnya investor/Pemkab/Masyarakat menyiapkan perahu motor jenis tongkang bermesin besar di Desa Pegayut atau Babatan Saudagar, sebagai dermaga/ pelabuhannya. Nah dari sini, turis atau masyarakat wisata naik motor tongkang tersebut, diajak berwisata menyusuri Sungai Ogan. Arahnya bisa ke Tanjung Senai, bagi turis yang ingin menikmati wisata di Indralaya dan sekitarnya (Paket I dan II). Tapi bisa juga wisata Paket III ke Pantai SuPi (Sungai Pinang), atau bahkan sampai ke Muarakuang.

Masjid An Nur di Komplek Perkantoran Pemkab Ogan Ilir Tanjung Senai bisa menjadi salah satu tujuan wisata religi (BI IST)

Disini kita akan bercerita tentang berwisata paket III, dimana para pelancong/wisman akan diajak ke arah Tanjung Raja dan Sungai Pinang. Mereka akan melintasi sejumlah desa di sepanjang Sungai Ogan seperti Pemulutan, Talang Pangeran, Sungai Lebung, Ketapang, Tanjung Raja, Sungai Pinang, atau bisa langsung ke arah Rantau Alai, Lubuk Keliat, sampai ke Muarakuang

Rumah knock down Khas Ogan Ilir terdapat di Kecamatan Tanjung Batu (BI IST)

Di sepanjang perjalanan, turis dapat melihat aktifitas keseharian warga yang hidup di tepian sungai. Wisata air seperti ini, juga dapat kita saksikan di Banjarmasin, Kalsel. Dlm perjalanan, turis bisa saja diajak mampir pada tempat-tempat tertentu, misalnya di desa-desa yang ada usaha kerajinan seperti tenun songket, home industry makanan pembuatan kerupuk kemplang. Juga bisa melihat usaha perikanan seperti tambak dan lebak lebung, atau area persawahan milik masyarakat. Akan lebih cocok dan paten lagi bila di sepanjang perjalanan air tersebut, dibikin rumah makan dan kios-kios cinderamata kerajinan rakyat.

Baca juga : Cerita dan Legenda Danau Shuji yang Masih Menyimpan Nilai Sejarah Tinggi

Sesampai di Pantai SuPi, kalau air sungai lagi surut, turis bisa turun ke “pantai” berpasir, sambil menikmati berbagai makanan ringan yg dijual warga setempat seperti Pempek dan Kelapa muda (dogan). Sedangkan bila air dalam, saat ini sudah dibangun tempat bersantai di pinggiran sungai Ogan SuPi tersebut. Bila perlu juga digelar olahraga tradisional, lomba Perahu Bidar sebagai daya tarik orang berkunjung.

Baca juga : Ancol Tanjung Atap, Objek Wisata Alternatif di Lebak Tanjung Batu, Wajib Dikunjungi

Dari sini kalau mau makan pindang, para turis  bisa saja diajak makan siang di area Pasar Tanjung Raja. Disini yg sudah dikenal luas adalah Pindang Mindo dan Pindang Mang Jang. Selain itu kalau mau bersantai sambil minum Dogan, bisa ke arah perbatasan OKI. Kemudian kalau mau meneruskan pelayaran sampai ke Muarakuang, pelancong bisa terlebih dahulu diajak melihat penangkaran Buaya di Kecamatan Lubuk Keliat tapi ini memerlukan izin dari pemiliknya, atau ziarah ke Makam Puyang Muara Rambang sambil melihat monyet-monyet yang relatif  cukup jinak. Tapi jangan lupa membawa makanan untuk monyet-monyet tersebut, seperti pisang  dan roti. Tapi klau anda memberi sang monyet dengan tahu goreng, jgn lupo sekalian cabenya. Sebab kalau tidak bisa saja anda dikejar induk monyet…”lho ngasih tahu gak pake cabe…mana cabenya” hhhh…

DEMIKIAN GAMBARAN PAKET-PAKET WISATA DI OGAN ILIR YANG  BISA DINIKMATI, TAPI PERLU DIGARAP DAN DIMAKSIMALKAN LAGI. SIAPA YG BERMINAT SILAHKAN BERKOORDINASI DENGAN PEMKAB OI/DISPORPA OI.***