OGAN ILIR, Begawan Indonesia.com Kasus dugaan tindak pidana korupsi pembangunan jembatan menuju Kota Terpadu Mandiri (KTM) Sungai Rambutan Ogan Ilir yang menggunakan anggaran APBN tahun 2017 sebesar 6,8 milyar, dengan tersangka masing-masing A, mantan Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Ogan Ilir, AS mantan PPTK di dinas yang sama dan saat ini menjabat Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Ogan Ilir, serta CR pelaksana pembangunan jembatan tersebut telah memasuki tahap 2 atau P21.
Peningkatan status menjadi P21 itu disertai dengan penyerahan ketiga tersangka tersebut oleh penyidik Unit Tipikor Satreksrim Polres Ogan Ilir ke Kejaksaan Negeri Ogan Ilir hari ini Jumat (19/3/2021).
Kapolres Ogan Ilir AKBP Yusantiyo Sandy yang turut mengantar ketiga tersangka berikut barang bukti ke kantor kejaksaan negeri Ogan Ilir mengatakan, penetapan status P21 kepada kasus tersebut setelah berkas pemeriksaan dinyatakan lengkap.
Baca juga : Soal Belajar Tatap Muka Panca Tunggu Keputusan Pemerintah Pusat
“Hari ini kami melakukan press release terkait rencana tahap kedua (kasus) tindak pidana korupsi yang awal 23 Oktober 2019 lalu kami sidik, jadi pada hari ini Alhamdulillah telah dilakukan rapid anti gen (kepada tersangka) dengan hasil semua negatif dan dengan demikian hari ini akan kita serahkan ke kejaksaan,” kata Yusantiyo
Sementara Kepala Kejaksaan Negeri Ogan Ilir Marthen Tandi mengatakan pihaknya selaku jaksa penuntut umum menerima tahap 2 penyerahan tersangka dan barang bukti tindak pidana korupsi di Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Ogan Ilir dengan objek Pembangunan Jembatan KTM Rambutan tahap 2 tahun 2017.
“Dari kegiatan tersebut ada indikasi kerugian negara sebesar 2,9 milyar sedangkan ketiga tersangka adalah Ir HA, kemudian AS dan ketiga ada pelaksana pembangunan berinsial CS,” kata Marthen Tandi.
Marthen menambahkan, dengan penyerahan tersangka dan barang bukti hari ini maka proses selanjutnya yang akan dilakukan oleh Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Negeri Ogan Ilir adalah menyiapkan berkas-berkas guna proses lebih lanjut yaitu untuk pelimpahan ke pengadilan.
Ditambahkan oleh Kejari Marthen Tandi apakah ketiga tersangka itu akan ditahan atau tidak diserahkan ke penyidikannya.
“Soal ditahan atau tidak kami serahkan penyidiknya untuk dilakukan Penelitian lagi,” pungkas Marthen Tandi. R316