PERSITARA Tanjung Raya Klub Lokal Ogan Ilir Dengan Segudang Prestasi

Begawan Indonesia.com – PERSITARA FC, Persatuan Sepakbola Tanjung Raya Football Club, hanya sebuah klub lokal di sudut Kota Indralaya, Ogan Ilir (OI) Sumsel. Tapi namanya sudah berkibar luas di Kabupaten Ogan Ilir dan sekitarnya. Bahkan pemain muda Sriwijaya FC kala itu seperti Amirul Mukminin, Dedi Kumara, dan Fauzi Toldo, pernah ikut memperkuat klub tersebut.

Dusun Tanjung Raya yang disebut juga Talang Kayuare, dulu masih di era OKI, adalah bagian dari Desa Indralaya. 

Lokasinya masuk agak jauh dari jalan raya utama. Tetapi setelah Kabupaten OI berdiri, dalam perkembangannya Tanjung Raya menjadi sentral dengan letak yang cukup strategis, karena tak jauh dari area perkantoran terpadu Pemkab OI Tanjung Senai. Sekarang Tanjung Raya menjadi pusat kelurahan Indralaya Raya, karena kantor Lurah ada disini.Persitara Fc berdiri tanggal 26 Juli  2002, dua tahun menjelang Kabupaten OI berdiri. Adalah Bapak Drs  H. A. Gani Subit, MSi yang mempeloporinya. Gani yang saat itu Anggota DPRD OKI periode 1999-2004, membangun rumah di kawasan ini. Dia mengajak sejumlah pemuka masyarakat setempat, menghimpun anak-anak muda yang hobby bermain sepakbola, dan mendirikan klub tersebut.

Deretan piala yang diraih Persitara Tanjung Raya Ogan Ilir (BI IST)

Mengabadikan nama kampung tersebut, maka klub sepakbola itu diberi nama PERSITARA (Persatuan Sepakbola Tanjung Raya). Waktu itu di tengah perkampungan memang ada lapangan sepakbola, tapi kini tidak bisa lagi dimanfaatkan karena disekitarnya sudah berdiri banyak rumah penduduk.

Di era kepemimpinan Gani Subit (sekarang Anggota DPRD Sumsel), selama sembilan tahun 2002 – 2011 tidak kurang 11 prestasi diraih Persitara. 8 prestasi sebagai Jawara (Juara 1), dan 3 sbg Runner Up (Juara 2).

Adapun prestasi sebagai Juara I direbut saat mengikuti kejuaraan terbuka di KM 32 Simpang Timbangan Tanjung Seteko (2003), di Tanjung Lubuk (2004), lalu di Karangendah Kabupaten Muaraenim (2004), dan pada kejuaraan sepakbola di Srigeni OKI (2004). Jadi pada tahun 2004 tersebut, Persitara meraih tiga kali Juara I pada tiga open turnamen di tiga kabupaten yang berbeda.

Kemudian pada tahun 2005, prestasi Persitara sedikit menurun. Dalam dua kali berpartisipasi pada turnamen di OI yakni di Meranjat dan di Srikembang, Persitara hanya menjadi runner up (Juara II). Tapi tahun 2007 prestasi Persitara kembali bangkit yakni dengan kembali merebut Juara I pada kejuaraan di Karangendah dua tahun berturut 2007 dan 2008. Kemudian tahun 2009 juara I di turnamen Palemraya serta tahun 2010 menjadi runner up di Bakung, dan di ujung kepemimpinannya Gani Subit mengantar Persitara menjadi juara I pada kejuaraan Torpedo Indralaya.

Dalam meraih prestasi-prestasi yang membanggakan selama 9 tahun itu, sejumlah nama pemain lokal yang patut dikenang antara lain Marzani, Mas’ud, Paisal, Irpan, Amry, dan Mustain dan lain-lain. Tentu selain didukung pemain2 profesional yang sengaja didatangkan untuk menghadapi turnamen yang diikuti Persitara. Kemudian satu nama lagi yang perlu juga dicatat saat pendirian Persitara tahun 2002 yakni Ahmad Hijazi Umar yang saat itu menjabat Kadus VI Desa Indralaya yang wilayahnya termasuk Tanjung Raya.

Sepeninggal Gani Subit, Persitara dipimpin oleh Zamiri untuk masa bakti 2011 – 2013. Zamiri membuat kebijakan dengan hanya membina pemain lokal, tanpa ada pemain pinjaman (bon). Selama dua tahun era Zamiri, Persitara tetap menunjukkan prestasi luar biasa. Kala itu dengan diperkuat para pemain lokal seperti Ari Doyok, Acong, Irwan, Dhente, Azmil Ramos, Rizal Joy, Taufik dan lain-lain, Persitara berhasil menyebut gelar Juara I pada kejuaraan di Mandala Indralaya Utara (2012), lalu di Argo Bina Darma (2013) dan di Limbang Jaya Kecamatan Tanjung Batu (2013).

Selepas Zamiri, Persitara dipimpin duet Mas’ud dan   Paisal sebagai Caretaker periode 2013 – 2016. Keduanya juga tetap mengutamakan pemain lokal, dan tetap menunjukkan prestasi yang gemilang. Saat itu Persitara empat kali meraih Juara I yakni pada kejuaraan di Payakabung (2014), di Tanjung Baru (2015), dan kembali juara I di Payakabung (2016) dan juara I di Srikembang Kecamatan Payaraman (2016). Di era tersebut hanya satu kali Persitara menjadi runner up yakni pada turnamen di Srikembang tahun 2014, tapi tahun 2016 meraih juara I.

Klub yang dibanggakan tersebut, selama 4 tahun dari tahun 2017 hingga tahun 2020, sempat terjadi kekosongan kepengurusan. Tidak ada yang bersedia melanjutkannya, terutama karena faktor financial. Para pemainpun kemudian bermain bebas ke klub manapun yang mereka suka.Tapi alhamdulillah pada bulan Mei tahun 2021 ini, kepengurusan Persitara Fc kembali terbentuk. Atas dasar kesepakatan dalam musyawarah, dipercaya sebagai Ketua Persitara, Irfan Wahab dan Sekretaris Aripansuri. Tentu dalam kebangkitan Persitara ini sejumlah nama tak bisa dilupakan seperti H Bastari, H Bahrus Syarif, Mahadi Utama, Amry, Iklim Cahya dan Kusnadi Shaleh, selain pemerintah setempat.

Mengawali kiprahnya di era baru ini, pada kejuaraan di Tanjung Pinang Kecamatan Tanjung Batu, Persitara masuk empat besar. Dan pada Turnamen “Belida Karya Cup” di Desa Bitis Kabupaten Muaraenim, Persitara menjadi finalis yang akan bertanding melawan Lorok Fc tanggal 12 September 2021 nanti. Semoga saja Persitara meraih Juara I untuk menjadi penyemangat menjadikan Tanjung Raya sebagai Kampung Bola. 

Kunci sukses Persitara Fc selama ini, selain menjaga kekompakan, juga karena sistem latihan dan uji tanding yang teratur. (**Iklim Cahya)